Waspadai Hipertensi pada ibu hamil

 

Hipertensi adalah penyakit yang sangat umum kita dengar, bahkan ada kalangan yang menganggapnya sudah biasa. Namun sebenarnya hitpertensi atau tekanan darah tinggi juga berbahaya, bahkan dapat berakibat fatal.

Kondisi hipertensi pada ibu hamil juga sering terjadi, dan dianggap wajar, namun sebenarnya sangat berbahaya jika di abaikan. Hipertensi pada ibu hamil sangat perlu untuk di waspadai. Karena dapat memberikan dampak yang berbahaya bagi ibu dan juga janin yang dikandungnya. Kondisi hipertensi pada ibu hamil ada beberapa jenis: hipertensi kronis, hipertensi gestasional, dan preeklampsia (Baca: Hipertensi Pada Ibu Hamil)

Faktor-faktor risiko hipertensi pada kehamilan

Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya hipertensi pada ibu hamil ada banyak, diantaranya adalah kehamilan pertama kali, punya riwayat keluarga dengan hipertensi kehamilan  dan juga pola makan yang kurang sehat.

Kehamilan di usia muda juga dapat memicu terjadinya hipertensi, yaitu kehamilan di usia dibawah 20 tahun, dan juga kehamilan di usia tua atau kehamilan dengan usia diatas 40 tahun.

Baca Juga:

Selain dari itu semua, hamil kembar juga dapat mempengaruhi, dan yang paling pasti adalah, jika sebelum kehamilan, si ibu memiliki riwawat penyakit ginjal, hampir dapat dipastikan pada saat kehamilan memiliki resiko hipertensi.

Diagnosis hipertensi saat hamil

Untuk mengetahui informasi pasti apakah ibu yang sedang hamil memiliki hipertensi atau tidak, sebaiknya langsung memeriksakan diri ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan tes atau pengukuran tekanan darah, dan jika ada indikasi akan dilanjutkan dengan tes urine, maupun kadar pembekuan ginjal. Selanjutnya juga dikalukan ultrasonografi (USG) dan pemeriksaan terhadap tumbuh kembang janin. Hal ini adalah untuk mengetahui, apakah terjadi gangguan aliran darah melalui plasenta ke janin.

Baca Juga:

Pengaruh hipertensi dengan kondisi janin

Hipertensi pada kehamilan yang tidak segera ditangani akan berpengaruh terhadap aliran darah ke plasenta, sehingga akan mempengaruhi tumbuh kembang janin karena aliran darah ke janin akan terganggu dan aliran nutrisi melalui plasenta juga akan terhambat. Jika hal ini terjadi, maka pertumbuhan janin akan sangat terhambat. (Baca: Dampak Hipertensi Pada Kehamilan)

Bagaimana Perawatan dan pengobatan hipertensi saat hamil?

Untuk perawatan dan pengobatan terhadap ibu hamil yang mengalami hipertensi, biasanya dilakukan berdassarkan usia kandungan. Jika usia kandungan sudah cukup untuk melahirkan, biasanya dokter akan menyarankan untuk dilakukan persalinan. Namun jika usia kandungan belum cukup umur, maka akan diberikan obat penurun tekanan darah. Dan untuk membantu obat tersebut, biasanya harus benar-benar menjaga pola makan.

Demikianlah informasi yang dapat riks.bid bagikan kepada anda para pembaca. Semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk share atau bagikan kepada saudara atau kerabat anda.

Comments (No)

Leave a Reply