Hipertensi Pada Ibu Hamil

Hipertensi atau juga disebut sebagai tekanan darah tinggi. Hipertensi adalah dimana terjadi peningkatan tekanan distolik dari darah. Dimana tekanan darah itu adalah kekuatan aliran darah atau kekuatan tekanan darah yang mengalir dari jantung yang menekan atau mendorong dinding pembuluh darah pada saat darah mengalir. Tekanan darah setiap orang dapat berubah-ubah tergantung kondisi kesehatannya. Jika tekanan darah sistolik (angka atas dalam pengukuran tekanan darah) seseorang lebih dari 140mmHg dan juga tekanan darah diastolik (angka bawah saat pengukuran tekanan darah) nya lebih dari 90 mmHg, dan di ukur dalam kondisi istrirahat dan tenang, maka orang tersebut dapat disebut mengalami tekanan darah tinggi.

Hipertensi pada Ibu Hamil

Pada saat ibu hamil, kondisi tekanan darah sangat mudah untuk berubah, hal ini dipengaruhi oleh kondisi fisik dan psikis ibu. Pada ibu hamil, terkadang tekanan darah tinggi sering dianggap biasa saja, namun sebenarnya hal tersebut sangat berbahaya jika tidak dijaga dan di perhatikan. Pada umumnya ibu saat kondisi hamil, sering mengalami hipertensi, dan akan turun atau normal kembali setelah melahirkan. Namun hal ini harus tetap di jaga dan di perhatikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

Baca juga:

JENIS HIPERTENSI PADA IBU HAMIL

Hipertensi dalam kehamilan sering terjadi, namun boleh dikatakan hipertensi jika dilakukan pengukuran tekanan darah dan hasilnya lebih besar atau sama dengan 140/90 mmHg. Hipertensi pada ibu hamil di kelompokkan dalam beberapa jenis. Berikut jenis-jenis hipertensi yang dapat di alami oleh ibu hamil:

Hipertensi kronik

Hipertensi kronik adalah jika seorang ibu mengalami hipertensi sebelum hamil atau sebelum usia kandungan atau usia kehamilan mencapai lima bulan. Hipertensi kronik ini sering dialami ibu hamil, karena hipertensi ini jarang menunjukkan gejala. Namun hal ini harus di waspadai, bagi ibu hamil, agar rutin melakukan pengukuran tekanan darah dan berkonsultasi dengan dokter.

Hipertensi kronik dengan preeklamsia

Hipertensi kronik dengan preekalamsia adalah kondisi hipertensi kronik yang tidak di tangani sejak dini, sehingga memburuk dan terus terjadi sepanjang usia kehamilan. Hal ini akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan ibu. Kondisi ini ditandai dengan adanya ditemukan Protein dalam urine.

Hipertensi gestasional

Kondisi hipertensi gestasional adalah kondisi meningkatnya tekanan darah ibu ketika hamil, dimana sebelum kehamilan tekanan darah normal, dan setelah hamil, tekanan darah meningkat atau naik. biasanya setelah lima bulan kehamilan, dan setelah melahirkan tekanan darah kembali normal seperti sedia kala.

Baca Juga:

Preeklamsia

Kondisi hipertensi ini adalah dimana kondisi hipertensi diatas (tiga jenis hipertensi sebelumnya) tidak di jaga dan di tangani sejak awal, sehingga hipertensi ini mengakibatkan atau menyebabkan terjadinya kerusakan pada organ dan juga ditandai dengan terdapatnya protein dalam urine. Kondisi hipertensi ini biasanya terjadi setelah usia kehamilan ibu lewat dari lima bulan. Kondisi ini, si ibu akan merasa tersiksa dan sakit, karena akan mengakibatkan sakit kepala yang sangat sakit tak tertahankan, juga mual yang sangat dan mengakibatkan muntah-muntah. Juga akan mengalami sesak, pandangan akan kabur, volume urine akan menurun, trombosit darah juga menurun, sakit atau nyeri yang sangat pada perut kanan atas, dan juga akan mempengaruhi dan mengakibatkan penurunan fungsi organ tubuh yaitu hati.

Eklamsia

Eklamsia adalah kondisi yang paling parah dari hipertensi yang dialami ibu hami. Kondisi ini merupakan kondisi yang sangat bmembahayakan pada ibu hami, dimana kondisi preeklamsia jika dibiarkan, akan dapat mengakibatkan kondisi eklamsia, kondisi eklamsia adalah diamana kondisi ibu mengalami kejang bahkan sampai tidak sadarkan diri. Ini merupakan kondisi yang snagat berbahaya terhadap ibu dan juga janin dalam kandungannya.

Kondisi-kondisi diatas bisa saja dialami oleh setiap ibu yang sedang hamil. Agar terhindar dari bahaya yang mungkin terjadi, sangat di ajurkan agar ibu selalu rutin untuk mengukur tekanan darahnya. Terutama kondisi preeklamsia sangat berpotensi terjadi pada wanita yang mempunyai riwayat preeklamsia pada kehamilan sebelum nya, juga sangat berpotensi dialami oleh wanita yang hamil pertama kali, juga pada wanita yang hamil dalam usia muda atau dibawah 20 tahun. Dan juga jika hamil dalam usia yang cukup tua atau diatas 40 tahun. Juka kemungkinan dapat terjadi pada wanita hamil yang memiliki ibu atau saudara kandung dengan riwayat penyakit hipertensi dalam kehamilan, memiliki kelebihan berat badan, mengandung bayi kembar, atau memiliki riwayat penyakit kronis (tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit ginjal.

Demikianlah informasi seputar hipertensi pada ibu hamil yang dapat riks.bid sajikan yang bersumber dari berbagai sumber untuk anda para pembaca. Semoga bermanfaat, dan jangan lupa untuk share atau bagikan kepada saudara atau kerabat anda.

 

Comments (No)

Leave a Reply

//whairtoa.com/4/3362775