Hipertensi Kronik Pada Ibu Hamil

Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat dialami oleh setiap orang. Terutama ibu yang sedang hamil. Tekanan darah, dikategorikan hipertensi atau darah tinggi adalah jika pada pemeriksaan tekanan darah mencapai 140/90 mmHg ataupun lebih tinggi dari angka tersebut, walaupun salah satu angkanya lebih mencapai 140/90, tekanan tersebut sudah dikategorikan tekanan darah tinggi. Bagi ibu hamil, dikatakan Hipertensi Kronik adalah jika tekanan darahnya mencapai atau lebih tinggi dari 160/110 mmHg. Hipertensi kronik ini biasanya akan kembali normal paling lama dalam 12 minggu setelah persalinan, namun jika tenakan darah tidak kembali normal dalam kurun waktu tersebut, berarti ibu tersebut menderita hipertensi kronik sepanjang waktu.

Baca Juga:

Tekanan darah tinggi kronis ini harus ibu waspadai sejak dini, ibu harus sering untuk melakukan pengukuran tekanan darah, karena hipertensi kronik dapat berkembang menjadi Preeklamsia (Baca: Hipertensi pada ibu Hamil). Hipertensi kronik, jika semakin tinggi seiring waktu selama kehamilan, harus benar di waspadai, karena jika berkembang menjadi preeklampsia akan dapat membahayakan si ibu dan juga janin yang dikandungnya. Karena hipertensi pada saat kehamilan dapat mempengaruhi atau mengakibatkan berkurangnya jumlah aliran darah yang mengalir melalui plasenta, sehingga dapat mengakibatkan janin kekurangan nutrisi ataupun oksigen.

Hal-hal yang harus diwaspadai, indikasi hipertensi kronik pada ibu hamil

  1. Pada saat bayi dalam kandungan sudah mulai aktif bergerak secara teratur, si ibu harus benar-benar memperhatikan jumlah gerakan sang bayu, karena jika terjadi penurunan gerakan yang sebelumnya sudah aktif, ibu harus serega memberitahukan ke dokter untuk di periksa.
  2. Sering terjadi sakit kepala, dimana rasanya sangat sakit dalam kurun waktu yang cukup sering.
  3. Dada berdebar dan jantung berdegub kencang
  4. Terjadi pembengkakakan pada bagian tubuh, misalnya: pembengkakan tiba-tiba pada tangan, pada wajah sekitar mata, sakit atau bengkak pada betis, juga pembengkakan yang secara tiba-tiba pada kaki (pembengkakan pada kaki untuk ibu hamil memang hal biasa, akan tetapi jika terjadi secara tiba-tiba atau cepat, perlu untuk di waspadai)
  5. Dalam kurung waktu satu minggu, terjadi peningkatan berat badan lebih dari 2,5 kg
  6. Pandangan sering kabur atau berkunang-kungang, atau mungkinĀ  terjadi gangguan penglihatan lainnya seperti bintik-bintik atau terjadi penglihatan ganda
  7. Terjadi nyeri atau sakit yang sangat luarbiasa pada perut bagian atas.
  8. Mual atau muntah (selain morning sickness di awal kehamilan)

Hal-hal tersebut diatas sangat perlu untuk anda waspadai, karena hal tersebut dapat terjadi karena tekanan darah tinggi atau hipertensi kronik.

baca Juga;

Setelah Melahirkan, apakah akan kembali normal?

Jika hipertensi anda adalah hipertensi kronik pada saat hamil, biasannya, dalam 12 minggu setelah kehamilan, tekanan darah akan kembali normal. Namun anda harus tetap menjaga kondisi dan berkonsultasi dengan dokter yang menangani anda. Karena biasanya paska melahirkan anda harus mengkonsumsi obat tekanan darah tinggi sesuai dengan resep dokter, anda harus benar-benar waspada terhadap makanan, ikuti petunjuk dan saran dokter. Karena hipertensi atau tekanan darah tinggi yang terus menerus dapat mengakibatkan gangguan terhadap organ-organ tubuh lainnya seperti jantung, ginjal dan juga hati. Waspadailah hipertensi, mulailah menjalankan pola hidup sehat dan teratur, apalagi setelah melahirkan, dan menyusui bayi, pola makan harus benar-benar terjaga, karena apa yang di konsumsi ibu, akan mempengaruhi kualitas ASI yang akan di konsumsi sang anak.

Demikianlah informasi yang dapat riks.bid bagikan kepada anda pembaca, semoga bermanfaat. Jangan lupa untuk share atau bagikan kepada saudara atau kerabat anda.

Comments (No)

Leave a Reply