Dampak Hipertensi Pada Kehamilan

Hipertensi sering terjadi dan dialami oleh ibu yang sedang mengandung atau hamil. Banyak orang yang menganggap bahwa hipertensi pada ibu hamil adalah hal yang lumrah dan wajar. Namun ternyata jika hipertensi tidak di tindaklanjuti, maka akan memberikan dampak yang tidak baik. Berikut dampak hipertensi pada ibu hamil yang riks.bid rangkum dari berbagai sumber:

Dampak Negatif yang akan Timbul pada Ibu yang hipertensi pada saat hamil

Dampak negatif yang akan timbul jika hipertensi pada saat kehamilan tidak di tangani dengan segera adalah:

Aliran darah ke plasenta berkurang

Hal ini akan mempengaruhi jumlah oksigen dan nutrisi yang deperoleh janin akan berkurang.

Pertumbuhan janin terhambat

Sebagai dampak dari berkurangnya nutrisi dan oksigen yang diperoleh janin, akan mempengaruhi pertumbuhan janin. Sehingga dapat berdampak buruk seperti bayi lahir kondisi kurang berat badan atau sangat kecil.

Kelahiran prematur

Jika terjadi hipertensi akut pada ibu, doter akan menyarakan untuk proses kehalihar secara prematur dengan operasi caesar. Hal ini adalah untuk menghindari kemungkinan yang tidak di inginkan, misalnya terjadi kompliklasi, atau yang paling fatal adalah terjadi kematian.

Abrupsio plasenta

Hal ini adalah dimana kondisi terjadinya perpisahan plasenta dengan dinding rahim sebelum proses melahirkan. Dan hal ini dapat mengakibatkan pendarahan yang hebat, yang akan membahayakan keselamatan nyawa sang ibu dan janinnya.

Bayi meninggal dalam kandungan

Jika terjadi hipertensi kronik, dan penanganan tidak segera dilakukan, jumlah oksigen dan nutrisi yang akan di terima janin akan jauh berkurang, sehingga akan dapat berakibat fatal, yaitu janin meninggal dalam kandungan. Kondisi ini dapat terjadi pada usia kehamilan 5 sampai 6 bulan.

Berkembangnya penyakit kardiovaskular

Jika hipertensi sudah sampai pada tahap preeklamsia (baca: Hipertensi Pada Ibu Hamil) , makan akan dapat mengakibatkan penyakit kardiovaskular setelah melahirkan dan terutama jika melahirkan bayi yang prematur. Untuk mencegah dan mengatasinya sebenarnya dapat dilakukan, yaitu dengan cara menjalani hidup yang sehat pasca melahirkan.

Baca Juga:

Bagaimana Cara Menangani Hipertensi dalam Kehamilan dengan Benar?

Cara yang paling benar adalah dengan berkonsultasi ke dokter. Ikuti segala petunjuk dan saran dokter. Jaga kesehatan dengan benar. Dokter biasanya akan memberikan obat penurun tekanan darah untuk di konsumsi, dan obat tersebut pasti obat yang aman untuk di konsumsi oleh ibu yang sedang hamil, karena jenis obat tersebut sudah banyak. Percayakan semua kepada dokter anda, uasahakan menjalankan semua saran dan petunjuk dokter, jangan menambahkan dengan konsumsi herbal yang banyak percaya masyarakat dapat menurunkan tekanan darah, karena herbal tersebut belum tentu cocok untuk anda, dan dosis nya tidak dapat di ukur.

Dalam menjaga kesehatan anda, terapkanlah pola hidup sehat dalam kehidupan anda, seperti rutin berolahraga saat hamil serta mengonsumsi makanan yang bergizi, misalnya sayur, buah, daging tanpa lemak, dan susu rendah lemak. Hindari makanan yang mengandung garam tinggi. Hindari pula merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

Demikianlah informasi seputar dampak hipertensi pada kehamilan yang dapat riks.bid bagikan kepada anda. Jangan lupa untuk share atau bagikan kepada saudara atau kerabat anda. Semoga Bermanfaat.

 

Comments (No)

Leave a Reply